Alkil halida adalah
turunan hidrokarbon di mana satu atau lebih hidrogennya diganti dengan halogen.
Alkil Halida bereaksi dengan Nukleofil dan Basa, Alkil Halida terpolarisasi pada
ikatan halida karbon. Membentuk karbon elektrofilik.
1.
Reaksi Substitusi pada asam basa lewis
Gambar
2.
Reaksi Eliminasi pada asam basa
Bronsted Lowry
Gambar
Dalam suatu rantai
karbon terdapat yang dinamakan atom C kiral, atau biasa disebut juga dengan
pusat kiral. Pusat kiral adalah atom C
yang mengikat 4 gugus yang berbeda
Contoh:
Gambar
C kiral bereaksi
stereospesifik berguna untuk obat
Gambar
Pada reaksi diatas OH-
dapat diganti dengan Cl- , bagaimana hal ini bisa terjadi?
Hal
tersebut dapat terjadi karena perbedaan pH, dimana OH- lebih
bersifat basa dibanding Cl- . bisa dibuktikan dengan ketika OH-
dan Cl- mengikat proton atau
H+, OH- berubah menjadi air yang pHnya 7 sedangkan ketika
Cl- mengikat proton berubah
menjadi HCl yang mempunyai pH dibawah 7 atau bisa dikatakan asam.
Selain
itu, hal tersebut dapat terjadi karena pengaruh penggunaan pelarut yang
digunakan. Yaitu eter yang merupakan pelarut nonpolar dimana OH-
tidak bisa berbuat apa-apa ketika pelarut yang digunakan adalah pelarut
nonpolar.
Gambar
Konsep Asam Basa
1.
Menurut teori
Arrhenius, asam didefinisikan sebagai senyawa yang jika terdisosiasi
di dalam larutan akuatik membebaskan H+ (ion hidrogen). Basa didefinisikan
sebagai senyawa yang jika terdisosiasi dalam larutan akuatik membebaskan OH−
(ion hidroksida).
Gambar
2.
Pada tahun yang sama dengan Brønsted
dan Lowry mempublikasikan teori mereka, G.N.
Lewis mengajukan teori alternatif reaksi asam-basa. Teori Lewis
berdasarkan pada struktur
elektron. Sebuah basa
Lewis didefinisikan sebagai suatu senyawa yang dapat melepaskan pasangan
elektron menjadi asam Lewis,
senyawa yang dapat menerima pasangan elektron. Proposal Lewis memberikan
penjelasan kepada klasifikasi Brønsted-Lowry dalam hal struktur elektron.
Gambar
3. Teori Asam Basa Lewis
Lewis mengelompokkan senaywa sebagai asam dan basa menurut kemampuannya melepaskan / menerima elektron.
Lewis mengelompokkan senaywa sebagai asam dan basa menurut kemampuannya melepaskan / menerima elektron.
Menurut Lewis,
Ø Asam : - senyawa yang menerima pasangan elektron
- senyawa dengan elektron valensi
Ø Basa : - senyawa yang mendonorkan pasangan elektron
- mempunyai pasangan elektron bebas.
Ø Asam : - senyawa yang menerima pasangan elektron
- senyawa dengan elektron valensi
Ø Basa : - senyawa yang mendonorkan pasangan elektron
- mempunyai pasangan elektron bebas.
Reaksi Walden
Merupakan reaksi
kimia yang membalikkan daya putar senyawa optis aktif, yang menunjukkan bahwa
mekanisme substitusi bukanlah merupakan substitusi sederhana satu gugus oleh
gugus lain, tetapi merupakan penataan ulang gugus dan atom.
Gambar
Reaksi SN1 adalah
sebuah reaksi substitusi dalam kimia organik. SN1 adalah singkatan dari
substitusi nukleofili dan "1" memiliki arti bahwa tahap penetapan
laju reaksi ini adalah reaksi molekul tunggal. Reaksi ini melibatkan sebuah zat
antara karbokation dan umumnya terjadi pada reaksi alkil halida sekunder
ataupun tersier, atau dalam keadaan asam yang kuat, alkohol sekunder dan
tersier. Dengan alkil halida primer, reaksi alternatif SN2 terjadi. Dalam kimia
anorganik, SN1 dirujuk sebagai mekanisme disosiatif. mekanisme reaksi ini pertama
kali diajukan oleh Christopher Ingold, dkk. pada tahun 1940.
Gambar







dari materi di atas anda mengatakan OH- dapat diganti dengan Cl- erjadi karena pengaruh penggunaan pelarut yang digunakan Yaitu eter yang merupakan pelarut nonpolar,nah,,bagaimana jika pelarut polar yang di gunakan, apakah reaksi itu dapat bereaksi
BalasHapusAssalamu`alaikum wr. wb.
BalasHapusBaiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh saudari nova..
menurut saya, jika yang digunakan sebagai pelarut adalah non polar maka akan menimbulkan gaya yang disebut gaya van der waals. dimana atom H yang terikat pada atom O ditarik oleh atom Cl yang dan menyebabkan atom O yang terikat pada atom C terlepas dan mengakibatkan Karbo kation yang dimana karbo kation tersebut akan diserang oleh atom Cl lain pada pelarut non polar tersebut. singkatnya, hasil dari reaksi tersebut berupa senyawa HClO, PCl3, dan senyawa CH2Cl.
Sedangkan jika yang digunakan adalah pelarut polar maka akan menimbulkan ikatan hidrogen.. untuk lebih lanjutnya saya kurang memahaminya..
sekian, semoga bermanfaat
menurut saya reaksi sperti diatas bisa terjadi bila pelarut yang digunakan adalah pelarut nonpolar namun jika pelarut yang digunakan adalah pelarut polar maka tidak akan bisa OH- digantikan dengan Cl-
BalasHapusterimakasih sudara rian bantuan jawabannya
BalasHapus