Selasa, 09 Februari 2016

Alkil Halida


Alkil halida adalah turunan hidrokarbon di mana satu atau lebih hidrogennya diganti dengan halogen. Alkil Halida bereaksi dengan Nukleofil dan Basa, Alkil Halida terpolarisasi pada ikatan halida karbon. Membentuk karbon elektrofilik.
1.      Reaksi Substitusi pada asam basa lewis
Gambar



2.      Reaksi Eliminasi pada asam basa Bronsted Lowry
Gambar


Dalam suatu rantai karbon terdapat yang dinamakan atom C kiral, atau biasa disebut juga dengan pusat kiral.  Pusat kiral adalah atom C yang mengikat 4 gugus yang berbeda
Contoh:
Gambar

C kiral bereaksi stereospesifik berguna untuk obat
Gambar

Pada reaksi diatas OH- dapat diganti dengan Cl- , bagaimana hal ini bisa terjadi?
Hal tersebut dapat terjadi karena perbedaan pH, dimana OH- lebih bersifat basa dibanding Cl- . bisa dibuktikan dengan ketika OH- dan Cl-  mengikat proton atau H+, OH- berubah menjadi air yang pHnya 7 sedangkan ketika Cl-  mengikat proton berubah menjadi HCl yang mempunyai pH dibawah 7 atau bisa dikatakan asam.
Selain itu, hal tersebut dapat terjadi karena pengaruh penggunaan pelarut yang digunakan. Yaitu eter yang merupakan pelarut nonpolar dimana OH- tidak bisa berbuat apa-apa ketika pelarut yang digunakan adalah pelarut nonpolar.
Gambar

Konsep Asam Basa
1.      Menurut teori Arrhenius, asam didefinisikan sebagai senyawa yang jika terdisosiasi di dalam larutan akuatik membebaskan H+ (ion hidrogen). Basa didefinisikan sebagai senyawa yang jika terdisosiasi dalam larutan akuatik membebaskan OH (ion hidroksida).
Gambar

2.      Pada tahun yang sama dengan Brønsted dan Lowry mempublikasikan teori mereka, G.N. Lewis mengajukan teori alternatif reaksi asam-basa. Teori Lewis berdasarkan pada struktur elektron. Sebuah basa Lewis didefinisikan sebagai suatu senyawa yang dapat melepaskan pasangan elektron menjadi asam Lewis, senyawa yang dapat menerima pasangan elektron. Proposal Lewis memberikan penjelasan kepada klasifikasi Brønsted-Lowry dalam hal struktur elektron.
Gambar

3.      Teori Asam Basa Lewis
Lewis mengelompokkan senaywa sebagai asam dan basa menurut kemampuannya melepaskan / menerima elektron.
Menurut Lewis,
Ø    Asam : - senyawa yang menerima pasangan elektron
- senyawa dengan elektron valensi
Ø    Basa : - senyawa yang mendonorkan pasangan elektron
- mempunyai pasangan elektron bebas.
Reaksi Walden
            Merupakan reaksi kimia yang membalikkan daya putar senyawa optis aktif, yang menunjukkan bahwa mekanisme substitusi bukanlah merupakan substitusi sederhana satu gugus oleh gugus lain, tetapi merupakan penataan ulang gugus dan atom.
Gambar

Reaksi SN1 adalah sebuah reaksi substitusi dalam kimia organik. SN1 adalah singkatan dari substitusi nukleofili dan "1" memiliki arti bahwa tahap penetapan laju reaksi ini adalah reaksi molekul tunggal. Reaksi ini melibatkan sebuah zat antara karbokation dan umumnya terjadi pada reaksi alkil halida sekunder ataupun tersier, atau dalam keadaan asam yang kuat, alkohol sekunder dan tersier. Dengan alkil halida primer, reaksi alternatif SN2 terjadi. Dalam kimia anorganik, SN1 dirujuk sebagai mekanisme disosiatif. mekanisme reaksi ini pertama kali diajukan oleh Christopher Ingold, dkk. pada tahun 1940.
Gambar







4 komentar:

  1. dari materi di atas anda mengatakan OH- dapat diganti dengan Cl- erjadi karena pengaruh penggunaan pelarut yang digunakan Yaitu eter yang merupakan pelarut nonpolar,nah,,bagaimana jika pelarut polar yang di gunakan, apakah reaksi itu dapat bereaksi

    BalasHapus
  2. Assalamu`alaikum wr. wb.
    Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh saudari nova..
    menurut saya, jika yang digunakan sebagai pelarut adalah non polar maka akan menimbulkan gaya yang disebut gaya van der waals. dimana atom H yang terikat pada atom O ditarik oleh atom Cl yang dan menyebabkan atom O yang terikat pada atom C terlepas dan mengakibatkan Karbo kation yang dimana karbo kation tersebut akan diserang oleh atom Cl lain pada pelarut non polar tersebut. singkatnya, hasil dari reaksi tersebut berupa senyawa HClO, PCl3, dan senyawa CH2Cl.
    Sedangkan jika yang digunakan adalah pelarut polar maka akan menimbulkan ikatan hidrogen.. untuk lebih lanjutnya saya kurang memahaminya..


    sekian, semoga bermanfaat

    BalasHapus
  3. menurut saya reaksi sperti diatas bisa terjadi bila pelarut yang digunakan adalah pelarut nonpolar namun jika pelarut yang digunakan adalah pelarut polar maka tidak akan bisa OH- digantikan dengan Cl-

    BalasHapus
  4. terimakasih sudara rian bantuan jawabannya

    BalasHapus